Senin, 3 September 2012 23:29:31 - oleh : admin
Rating: 5.0/10 (23 votes cast)

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mohammad Chatib Basri bertekad menjadikan Indonesia sebagai pusat investasi di Asia Tenggara (ASEAN) dengan melakukan berbagai upaya terobosan untuk menarik investor dan memperbaiki iklim investasi.

"Fokus kami adalah menarik investasi dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Forum Investasi ASEAN yang Indonesia sebagai penggagasnya berusaha meyakinkan investor bahwa ASEAN, khususnya Indonesia, adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi," katanya di sela-sela Pertemuan ke-44 Menteri Ekonomi ASEAN di Siem Reap, Kamboja, hari ini.

Menurut Chatib, salah satu cara memperbaiki iklim investasi dan mendobrak hambatannya adalah dengan cara memberlakukan sistem tracking pada proses perizinan. Dengan adanya sistem tracking ini, setiap investor bisa memantau langsung sampai sejauh mana proses perizinan itu statusnya, ada di meja mana, dan berapa lama lagi akan selesai atau keluar izinnya.

"Ini upaya BKPM memangkas birokrasi dan sekaligus transparansi sehingga investor mendapat kejelasan dan kepastian. Sistim tracking perizinan ini akan diberlakukan tahun ini juga," katanya.

Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara, kata Chatib, akan terus menjadi tempat penanaman investasi. Meski krisis utang terus mendera kawasan di Eropa, kondisi itu diharapkan tidak mengurangi minat investor menanamkan modalnya di kawasan ASEAN.

Insentif utama ASEAN adalah investor akan memasuki pasar dengan US$600 juta orang penduduk, dengan pendapatan total 10 negara ASEAN mencapai US$1,85 triliun atau hampir Rp16.500 triliun tahun lalu. Apalagi dengan jumlah penduduk yang hampir 250 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara.

"Tapi ingat, globalisasi dan perdagangan bebas ASEAN ini jangan diartikan kita adalah pasar asing saja, tetapi kita juga bisa bisa menarik keuntungan dari integrasi perekonomian ASEAN," katanya.

Menurut Chatib, tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa kini banyak pengusaha Indonesia melakukan investasi di negara lain seperti di Kamboja atau perusahaan Indonesia membeli perusahaan asing.

"Sesuai Undang-undang, BKPM juga bertugas untuk memfasilitasi investasi nasional di luar negeri. Bagaimana mengamankan investasi Indonesia di luar negeri itu jadi agenda dalam pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ini. Kita buat kesepakatan-kesepakatannya di Forum Investasi ASEAN," kata Chatib lagi.

Konsumen terbesar Seperti yang disampaikan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan sebelumnya bahwa Asia Tenggara bersama-sama dengan China, India, Korea Selatan, dan Jepang bukan hanya menjadi pasar konsumen terbesar di dunia, tetapi juga pusat R&D dunia, pemilik sumber daya alam terbanyak dunia, dan sumber investasi yang paling kaya di dunia.

"Jangan lupa, Indonesia kini sudah menjadi pusat R&D produsen mobil terkemuka. Daihatsu, misalnya, desain modelnya dilakukan R&D Indonesia seperti model Xenia. Setiap bulan Daihatsu menjual 900 unit mobil desain khas Indonesia," kata Chatib memberi contoh.

Seperti pernah disampaikan Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM Achmad Kurniadi beberapa waktu lalu, nilai investasi asing yang masuk ke ASEAN pada tahun 2010 telah mencapai rekor tertinggi US$75,8 miliar.

Sumber dana terbesar berasal dari Uni Eropa (22 persen), intra-ASEAN (16 persen), Jepang (11 persen), dan Amerika Serikat (11 persen).

Pencapaian rekor nilai arus investasi asing yang masuk ke ASEAN tersebut, menurut Kurniadi, ditopang oleh tingginya nilai arus investasi asing yang masuk ke Singapura (US$35,5 miliar), Indonesia (US$13,3 miliar), Malaysia (US$9,1 miliar), dan Vietnam (US$8 miliar), Menurut survei ASEAN-BAC (ASEAN-Business Advisory Council) 2011-2012 yang diumumkan baru-baru ini daya saing investasi Indonesia berada di urutan teratas dari 10 negara anggota ASEAN. Dari 405 responden yang disurvei, 50 persen responden memilih Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi di kawasan ASEAN.

Setelah Indonesia, 46 persen responden memilih Vietnam sebagai negara tujuan investasi. Singapura, Thailand, dan Malaysia masing-masing di peringkat ke tiga hingga lima. Sedangkan di posisi akhir, ditempati oleh Brunei Darussalam yang hanya dipilih oleh 17 persen responden.

"Tujuan investasi teratas adalah Indonesia, diikuti oleh Vietnam, Singapura, Thailand, dan Malaysia," ungkap analis ASEAN-BAC Marn-Heong Wong dari Universitas Nasional Singapura.

 

Penulis: Antara/ Ayyi Achmad Hidayah

Berita Terkait
  •  
  • Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kabupaten Pasaman Jl. Jendral sudirman No 40 Lubuk Sikaping Telp.(0753)20030 psw.209 No
  •  
xxxadultphoto.com/tag/Sex adultpicz.com www.bestxxxpics.com